Serial SM-3T : Menuju Landak

Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang adalah bandara yang beruntung karena berkesempatan saya naiki pesawatnya. Ini adalah pertama kali saya naik pesawat. Ahhh…orang lain sudah ratusan kali naik pesawat tak sibuk ! tapi saya yakin orang yang sudah ribuan kali naik pesawat pun tetap terkesan pada pengalaman pertamanya naik pesawat. Sehingga ada pepatah berbunyi kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda..nyan ban ! Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di serial SM3T | Meninggalkan komentar

Serial SM3T : Tentang Prakondisi

Udara Subuh yang dingin langsung terasa ketika kaki saya menginjak tanah terminal Batoh, Banda Aceh tanggal 2 Agustus lalu. Saya selalu suka terminal bus Batoh ini karena saat turun dari bus kita akan disambut oleh para tukang ojek, supir taksi dan abang becak yang berdiri membentuk barisan di pintu bus layaknya para pasukan pasmpampres menyambut presden turun pesawat, namun bedanya mereka merayu kita agar mau menggunakan jasa kendaraan mereka. Tapi tak apalah, saya lumayan menikmati momen ini, kapan lagi disambut seperti penjabat kalau bukan saat seperti ini..hehee

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di serial SM3T | Tag , , , , , , | 10 Komentar

Serial SM3T : Awal Cerita

Adalah seorang teman penuh potensi bernama Herizal memberitahu saya pertama sekali tentang pendaftaran SM3T ini ketika sedang makan nasi maulid di rumah Ridwan, toke giok asal Buloh. Namun karena ketika itu saya masih berstatus mahasiswa aktif maka saya harus rela tak bisa mendaftar, siang malam saya berdoa supaya cepat-cepat dipanggil sidang akhir. Setelah melewati penantian panjang selama empat bulan akhiiiiiirnya saya ditelpon juga untuk ikut sidang di bulan April, mendaftar dibulan Januari dipanggil sidang bulan April, cepat sekali proses sidang dikampus tercintaku. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di serial SM3T | Tag , , , , , , | 10 Komentar

Kota Impian Itu

Udara pagi begitu sejuk saat telapak kaki saya pertama kali menginjakkan tanah kota ini. Ada sebuah gedung sekolah lama dekat pantai dan  agak melebar ke samping di seberangnya ada tanah lapang di kiri jalan, di ujung tanah lapang sana ada pepohonan hijau dan deretan bangunan berjejer, Nampak pemukiman penduduk,,,oh ya ada pula sebuah kubah mesjid yang nampak paling megah diantara bumbung bangunan itu semua.

Hati saya berdesir, antara merasa gembira  dan takut, bahagia karena selama ini hanya membaca nama kota ini dipeta semata tapi sekarang ada di depan mata dan takut karena kota ini amat bisa membuat hati ini tak menentu. Kaki pun terus berjalan, ujung tanah lapang tadi telah terlewati begitu saja, angin laut yang kering menggantikan hawa sejuk khas pagi hari ketika hamparan pasir ditikungan  masuk kota terlewati. Nampak mulai ada aktivitas anak Adam, ada pasar, ada rumah berjejer rapi kiri dan kanan, ini sudah masuk kota itu, hati kian berdesir…inikah wujudnya…!

kota impian itu

kota impian itu

Sebuah tugu kecil ada diujung titik pandang, sedikit sepi, hanya ada beberapa orang di jalanan kota ini, mungkin karena hari masih terlalu pagi, masjid yang agung menampakkan diri di samping tugu itu, ternyata kubahnya lebih menawan dari dekat ketimbang nampak di awal ujung bangunan sekolah lama tadi, ada beberapa lorong papan nama tertancap di sampingnya, bertulis nama salah seorang Ulama Aceh nama lorong itu.. semakin berdebar saja. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Neklet : Sejuta Kenangan Bersama Beliau

Semenjak lahir sampai sekarang, saya tidak pernah merasakan sentuhan kasih sayang dari seorang kakek, baik kakek dari pihak ibu maupun dari pihak ayah. Kedua Ungkunek (kakek= basa Aceh Utara)  saya telah tiada jauh-jauh hari sebelum saya lahir ke dunia…(Allahummaghfirlahum).

Ketika saya melihat teman sebaya duduk atau membonceng kakeknya di jalan, jujur sekali hati saya sangat cemburu, ketika saya ke Aceh Selatan dengan seorang kawan dan singgah di rumah keluarga besarnya, hati saya tersedak saat Nekgam  (kakek= basa Aceh Selatan) kawan saya berkata pada kawan saya ini “bak mutuah cuco lon katroh keuno” , begitu juga pada suatu hari saat saya menetap di Samarkilang, saya cemburu sekali saat seorang bocah berkata pada kakeknya ketika hendak shalat jum’at “awan, aku mera beluh semiyang urum awan boh” (kakek, saya mau ikut sembahyang jum’at dengan kakek ya)…duhai nikmatnya mempunyai seorang bernama Kakek itu…

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

SINGOH ATAU SINGOH BEUNGOH ?

SINGOH itu artinya besok, yaitu hari setelah hari ini, kalau dalam bahasa Aceh disebut tomorrow…eh, bahasa Inggris maksudnya 😀

Dalam aktivitas sehari-hari kata singoh yang menunjukkan hari setelah hari ini memang lazim terpakai misal kita mengatakan “ singoh long jak bak droeneuh” (besok saya ke tempat anda) maka jika hari ini selasa besok rabu saya akan ke tempat orang tersebut.

Namun pengertian  ini yang telah tertanam dalam benak saya agak sedikit buyar ketika suatu hari saya sedang berbicara dengan seseorang dari Aceh Selatan yang tinggal beberapa kota dari saya. Saat itu saya mengatakan akan ke tempat ia besok hari tapi dia masih mempertanyakan “pajan ?” (kapan ?) ketika saya berkata “singoh long jak keunan” (besok saya akan kesana), saya mengatakan “singoh”(besok)  tapi ia malah bertanya lagi “pajan ? singoh pajan ???” (kapan ? besok kapan ???)

cats
Saya pun bingung sendiri,sudah berkali-kali saya katakan “singoh”  tapi ia masih juga mempertanyakan kapan, bukankah singoh itu adalah keterangan waktu ? atau apa dia sedang bercanda ? karena dia native berbahasa Aceh so pasti paham singoh itu besok.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Bahasa | Tag , , | 3 Komentar

Ragam Penunjuk Arah di Aceh

Di kampung saya Aceh Utara, arah lazim ditentukan berdasarkan mata angin yakni : baroh (utara), timu (timur), barat dan tunong (selatan)5

Tetapi dalam beberapa hal, arah “tunong” (selatan) kadang digantikan sebutannya menjadi “glee” (hutan/gunung), Ketika saya kecil, saya terbiasa di”bully” sebagai “awak glee” saat bermain bersama teman di rumah paman yang terletak di sekitaran Bireuen karena letak kampung saya Nisam memang berada di gunung. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Aceh Satu Bersama | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar